AI di Industri Penerbitan: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan
Riwayani-Editorial Sanus
Sabtu, 27 Juli 2026 10.30 WIB
Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa penerapan Kecerdasan Buatan (AI) terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan penerbitan buku. Studi yang dilakukan terhadap 30 perusahaan penerbitan buku di Kota Bandung ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang bagi penerbit untuk memasuki pasar baru.
Penelitian berjudul “Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Terhadap Kinerja Perusahaan Penerbitan Buku di Kota Bandung” ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen pada Maret 2025. Riset ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Para peneliti memberikan sejumlah rekomendasi bagi perusahaan penerbitan buku: tingkatkan Kualitas SDM (Perusahaan perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dalam mengadopsi teknologi AI yang terus berkembang), Adopsi Secara Bertahap (penggunaan AI sebaiknya dilakukan secara bertahap, mengingat pemanfaatan teknologi ini memerlukan biaya investasi yang tidak sedikit) dan Identifikasi Teknologi yang Relevan (perusahaan disarankan untuk mengidentifikasi teknologi AI yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti Natural Language Processing (NLP) untuk membuat konten pendidika, Machine Learning untuk memprediksi kebutuhan pasar dan Rekomendasi berbasis AI untuk menawarkan buku sesuai preferensi pelanggan).
Temuan ini sejalan dengan diskusi yang berkembang di tingkat nasional. Dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) 2025 yang digelar di Bandung, para penerbit perguruan tinggi sepakat bahwa adopsi AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Diskusi dalam forum tersebut menyoroti tren otomasi editorial, penggunaan AI untuk riset pasar, desain sampul, hingga percepatan produksi konten akademik tanpa mengorbankan integritas ilmiah.