Berlabuh di Kota Budaya: Sauh Nusantara hadir di tengah geliat literasi Yogyakarta
Riwayani – Editorial Sanus
Kamis, 23 Juli 2026 01.30 WIB
Dokumen milik DPMPTSP kota Yogyakarta
Yogyakarta, 23 Juli 2026 — Di tengah denyut kota yang tak pernah kehilangan akar budayanya, sebuah gerakan literasi bernama Sauh Nusantara resmi berlabuh di Yogyakarta. Mengusung semangat merawat warisan Nusantara melalui kata-kata, kehadiran Sauh Nusantara menjadi penguat bagi ekosistem literasi yang selama ini tumbuh subur di kota yang dijuluki sebagai Kota Budaya dan Kota Pelajar ini.
Yogyakarta memang dikenal sebagai lahan subur bagi tumbuhnya tradisi literasi dan intelektual. Dari naskah-naskah kuno Keraton hingga festival sastra tahunan yang rutin digelar, kota ini telah lama menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, seni, dan pengetahuan. Kini, Sauh Nusantara hadir untuk melanjutkan jejak panjang tersebut—menjadi sauh (jangkar) yang menambatkan semangat kebangsaan melalui budaya baca dan tulis.
Yogyakarta sendiri telah lama memiliki komitmen kuat dalam pelestarian naskah dan budaya literasi. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bersama Keraton Yogyakarta misalnya, memiliki tiga program prioritas: penguatan budaya baca dan literasi, standardisasi dan pembinaan perpustakaan, serta pengarusutamaan naskah Nusantara. Pemerintah Kota Yogyakarta pun gencar mendorong budaya literasi di kalangan generasi muda melalui berbagai lomba dan kegiatan bertutur yang mengangkat cerita rakyat Nusantara.
Dengan hadirnya Sauh Nusantara di tengah geliat literasi Yogyakarta, diharapkan gerakan ini dapat menjadi jangkar baru yang menguatkan semangat kebangsaan, merawat keberagaman, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara—khususnya di kalangan generasi muda. Sebagaimana kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di Yogyakarta, Sauh Nusantara memilih untuk berlabuh, merawat warisan, dan merayakan keberagaman melalui literasi.